Melaksanakan rangkaian ibadah di Tanah Suci selalu menghadirkan pengalaman batin yang sangat berkesan. Setelah menyelesaikan pengelilingan Ka’bah, jemaah Muslim harus melanjutkan prosesi menuju bukit Shafa dan Marwah. Di lintasan bersejarah ini, melafalkan doa sai menjadi sarana utama untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Amalan berjalan kaki sebanyak tujuh kali di antara kedua bukit tersebut mengenang perjuangan luhur Ibunda Siti Hajar. Ketika menelusuri lintasan tersebut, jemaah disunnahkan untuk melantunkan dzikir dan permohonan dengan penuh ketundukan hati. Memahami makna setiap lafal akan menambah keheningan batin selama melangkah. Artikel ini menyajikan panduan lengkap mengenai doa sai agar Anda dapat menunaikan rukun ibadah ini secara sempurna. Anda juga dapat melihat katalog paket umroh resmi kami sebagai langkah awal persiapan keberangkatan.
Ketentuan Dasar dan Syarat Mengamalkan Doa Sai
Sebelum melangkah ke Bukit Shafa, jemaah perlu memahami syarat-syarat utama pelaksanaan amalan ini. Para ulama menegaskan bahwa jemaah wajib menunaikan rukun ini setelah menyelesaikan prosesi mengelilingi Ka’bah. Oleh karena itu, Anda harus menjaga urutan rukun ibadah agar amalan tetap sah menurut syariat.
Selain menjaga kesucian dari hadats, jemaah harus memulai perjalanan dari bukit Shafa dan mengakhirinya di bukit Marwah. Melangkah di antara kedua bukit ini mengharuskan kekhusyukan pikiran serta lisan yang selalu berdzikir. Kejelasan niat serta penghayatan terhadap doa sai akan membuat perjalanan fisik terasa lebih ringan dan penuh berkah.
Panduan Melafalkan Doa Sai dari Bukit Shafa ke Marwah
Prosesi ini terdiri dari tujuh kali perjalanan, di mana hitungan satu kali perjalanan bermula dari Shafa ke Marwah. Simaklah susunan dzikir yang dapat Anda pelajari dan amalkan secara berurutan di bawah ini.
1. Pelafalan Doa Sai saat Menaiki Bukit Shafa
Ketika jemaah mulai mendekati Bukit Shafa untuk mengawali perjalanan, bacalah ayat Al-Qur’an berikut:
Innash-shafaa wal marwata min sya’aa-irillahi fa man hajjal baita awi’tamara falaa junaaha ‘alaihi an yaththawwafa bihimaa wa man tathawwa’a khairan fa innallaha syaakirun ‘aliim.
Artinya: “Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah sebagian dari syiar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau berumroh, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa’i antara keduanya.”
Setelah membaca ayat tersebut, ucapkanlah kalimat penegasan: “Nabdau bimaa bada-allahu bihi” (Kami memulai dengan apa yang Allah mulai dengannya). Kemudian, menghadaplah ke arah Ka’bah, angkat kedua tangan, dan lantunkan takbir tiga kali beserta kalimat tauhid ini:
Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu yuhyii wa yumiitu wa huwa ‘alaa kulli syai-in qadiir. Laa ilaaha illallahu wahdahu, anjaza wa’dahu wa nashara ‘abdahu wa hazamal ahzaaba wahdahu.
Artinya: “Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Saing, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan puji-pujian, Dia yang menghidupkan dan mematikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
2. Pelafalan Doa Sai pada Perjalanan Pertama
Melangkah dari Bukit Shafa menuju Bukit Marwah, fokuskan batin Anda untuk memohon kebaikan hidup. Panjatkanlah kalimat dzikir ini sepanjang perjalanan:
Rabbighfir warham wa’fu wa takarram wa tajaawaz ‘ammaa ta’lamu innaka ta’lamu maa laa na’lamu innaka antallahul ‘a-azzul akram.
Artinya: “Ya Rabb, ampunilah, kasihilah, maafkanlah, berbuat baiklah, dan hapuskanlah dosa yang Engkau ketahui. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui apa yang tidak kami ketahui. Sesungguhnya Engkau adalah Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Agung.”
3. Pelafalan Doa Sai pada Perjalanan Kedua
Saat melangkah dari Bukit Marwah kembali menuju Bukit Shafa, resapilah rasa syukur atas nikmat iman. Pada tahapan perjalanan kedua ini, lantunkanlah permohonan ketetapan petunjuk:
Allahumma inni as-aluka muujibaati rahmatika wa ‘azaa-ima maghfiratika was-salaamata min kulli itsmin wal ghaniimata min kulli birrin wal fauza bil jannati wan-najaata minan-naar.
Artinya: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu hal-hal yang mendatangkan rahmat-Mu dan kepastian ampunan-Mu, keselamatan dari segala dosa, keberuntungan dari setiap kebaikan, kemenangan mendapat surga, dan keselamatan dari neraka.”
4. Bacaan Khusyuk Perjalanan Ketiga
Memasuki lintasan perjalanan ketiga dari Shafa menuju Marwah, jemaah disunnahkan memohon keteguhan batin. Ucapkanlah permohonan ampunan dan kelapangan rezeki ini:
Rabbana aatinaa fid-dunyaa hasanatan wa fil-aakhirati hasanatan wa qinaa ‘adzaaban-naar. Allahumma habbib ilainal iimaana wa zayyinhu fii quluubinaa.
Artinya: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka. Ya Allah, cintakanlah kami kepada iman dan hiasilah iman itu di dalam hati kami.”
5. Pelafalan Doa Sai pada Perjalanan Keempat
Langkah kaki Anda telah mencapai separuh dari total perjalanan rukun ini. Pada lintasan menuju Shafa ini, fokuskan niat untuk memohon kesucian hati dan akhlak mulia:
Allahumma inni as-aluka al-hudaa wat-tuqaa wal ‘afaafa wal ghinaa. Allahummaghfir lii warhamnii wahdinii wa ‘aafinii warzuqnii.
Artinya: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu petunjuk, ketakwaan, kesucian diri, dan kecukupan. Ya Allah, ampunilah aku, kasihilah aku, berilah petunjuk kepadaku, selamatkanlah aku, dan berilah rezeki kepadaku.”
6. Bacaan Khusyuk Perjalanan Kelima
Melangkah kembali menuju Bukit Marwah, kondisi fisik mungkin mulai terasa lelah. Namun demikian, semangat dzikir jemaah harus tetap menyala. Lantunkanlah permohonan ini:
Allahumma tsabbit qalbi ‘alaa diinika wa thaa’atika. Rabbana laa tuzigh quluubanaa ba’da idz hadaitanaa wa hab lanaa min ladunka rahmatan innaka antal wahhaab.
Artinya: “Ya Allah, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu dan ketaatan kepada-Mu. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami.”
7. Pelafalan Doa Sai pada Perjalanan Keenam
Menjelang tahapan akhir, perbanyaklah puji-pujian atas keagungan Allah SWT. Ucapkanlah doa keselamatan ini sepanjang lintasan menuju Shafa:
Allahumma inni as-alukash-shahaata wal ‘iffata wal amaanata wa husnal khuluqi war-ridhaa bil qadari. Rabbighfir warham wa anta khairur-raahimiin.
Artinya: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kesehatan, kesucian diri, amanah, akhlak yang baik, dan keridhaan terhadap takdir. Ya Rabb, ampunilah dan kasihilah, Engkaulah Sebaik-baik Penyayang.”
8. Pelafalan Doa Sai pada Perjalanan Ketujuh
Pada perjalanan terakhir dari Shafa dan berakhir di Bukit Marwah, luapkanlah seluruh harapan batin Anda. Sebelum mengakhiri langkah untuk melakukan tahallul, bacalah penutup ini:
Allahummaj’alhu hajjan mabruuran wa sa’yan mashkuuran wa dzamban maghfuuran wa ‘amalan shaalihan maqbuulan wa tijaaratan lan tabuur.
Artinya: “Ya Allah, jadikanlah ini haji/umroh yang mabrur, sa’i yang diterima, dosa yang diampuni, amal saleh yang diterima, dan perdagangan yang tidak akan rugi.”
Amalan Khusus di Antara Dua Pilar Hijau (Lampu Hijau)
Saat melintasi area antara dua pilar atau lampu hijau di jalur sa’i, ada sunnah khusus yang perlu jemaah perhatikan. Bagi jemaah pria, sunnah hukumnya untuk melakukan raml atau berlari-lari kecil. Sedangkan bagi jemaah wanita, cukup mempercepat langkah kaki secara wajar.
Sepanjang melintasi area lampu hijau tersebut, penuhi lisan Anda dengan memanjatkan doa sai khusus berikut ini:
Rabbighfir warham wa’fu wa takarram wa tajaawaz ‘ammaa ta’lamu innaka ta’lamu maa laa na’lamu innaka antallahul ‘a-azzul akram.
Artinya: “Ya Rabb, ampunilah, kasihilah, maafkanlah, berbuat baiklah, dan hapuskanlah dosa yang Engkau ketahui. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui apa yang tidak kami ketahui. Sesungguhnya Engkau adalah Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Agung.”
Mengamalkan bacaan ini di area lampu hijau akan menyegarkan kembali fokus ibadah Anda. Jangan lupa untuk selalu memeriksa jadwal keberangkatan umroh terbaru kami demi menyesuaikan perencanaan perjalanan ibadah Anda.
Adab Utama Saat Melaksanakan Sa’i Sesuai Sunnah
Agar amalan Anda mendapat penerimaan yang sempurna di sisi Allah SWT, perhatikanlah beberapa adab penting berikut:
- Menjaga Kesucian dari Hadats: Pertama, usahakan keadaan wudhu Anda tetap terjaga sepanjang melangkah di antara Shafa dan Marwah.
- Memurnikan Niat Ibadah: Kedua, luruskan niat semata-mata mengharap ridho Allah tanpa menyelipkan rasa sombong.
- Mengatur Volume Suara: Selanjutnya, lantunkan doa sai dengan suara yang lembut agar tidak mengganggu jemaah di sekeliling Anda.
- Menunjukkan Sikap Saling Mengalah: Kemudian, utamakan kesabaran saat lintasan terasa padat dan hindari saling dorong.
- Mengakhiri dengan Tahallul: Akhirnya, tutuplah seluruh prosesi dengan memotong sebagian rambut kepala di Bukit Marwah.
Persiapan Fisik dan Mental Sebelum Melakukan Sa’i
Menelusuri lintasan sepanjang total kurang lebih 3,2 kilometer membutuhkan ketahanan fisik yang cukup kuat. Oleh sebab itu, calon jemaah sangat disarankan untuk melakukan olahraga jalan santai secara rutin sebelum berangkat ke Tanah Suci. Di samping itu, pelajari dan hafalkan lafal-lafal dzikir sejak berada di tanah air.
Pelaksanaan manasik ibadah membantu calon jemaah memahami alur perjalanan secara menyeluruh. Dengan demikian, Anda tidak akan bingung saat melangkah bersama jutaan jemaah dari berbagai penjuru dunia. Jika Anda membutuhkan bimbingan awal, silakan gunakan layanan konsultasi ibadah gratis kami yang siap melayani kebutuhan Anda.
Kesimpulan
Kesimpulannya, melafalkan doa sai dengan penuh penghayatan menjadi kunci meraih kekhusyukan saat menunaikan umroh. Melalui bait-bait dzikir dari bukit Shafa hingga Marwah, jemaah memohon ampunan serta keberkahan hidup kepada Sang Maha Pengasih. Oleh karena itu, persiapkan hafalan dan pemahaman makna bacaan ini sebelum keberangkatan Anda.
Maka dari itu, mantapkan niat suci Anda untuk melangkah menuju Baitullah. Siapkan fisik, mental, serta pengetahuan agama Anda secara optimal. Semoga Allah SWT memudahkan setiap langkah kaki Anda di antara Shafa dan Marwah, menerima amalan doa sai Anda, dan menganugerahkan ibadah umroh yang mabrur.
